Candi Borobudur; Wisata Budaya nan Megah


Candi Borobudur.
CANDI Borobudur selama ini dikenal sebagai salah satu diantara tujuh keajaiban dunia. Borobudur merupakan salah satu monumen kuno terbaik di dunia yang dilestarikan. Monumen ini adalah kuli budha terbesar di seluruh dunia dan telah dinyatakan sebagai hasil budaya manusia dan paling sering dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun luar negeri sampai saat ini. Saat ini Borobudur menjadi agenda kunjungan wisata bagi peserta Konferensi dan Ekspo Kota-kota Warisan Dunia wilayah Eropa dan Asia yang berlangsung di Solo 25-30 Oktober 2008.

 
Kekhasan candi ini tidak ada yang menyerupai hampir di seluruh dunia. Menurut bahasa, Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari Bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Dengan kata lain, Borobudur berarti Biara yang berada di atas bukit.

Candi Borobudur terletak di kota Magelang, Jawa Tengah. Tepatnya kurang lebih 100 km di sebelah barat daya kota Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Budha ini memiliki 1.460 relief dan 504 stupa Budha di dalam kompleksnya. Asal mulanya, Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga. Samaratungga merupakan salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan dari Wangsa Syailendra.

Candi Borobudur bentuknya punden berundak yang terdiri atas 10 tingkat. Sebelum direnovasi tingginya 42 meter namun setelah direnovasi menjadi 34,5 meter sebab tingkat yang paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah bentuknya bujur sangkar, tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat paling tinggi berupa stupa Budha yang menghadap ke barat.

Ada yang menarik bahwa setiap tingkatan mempunyai arti tahapan kehidupan manusia. Bagian paling dasar Borobudur disebut Kamadhatu, artinya manusia masih terkait oleh nafsu. Sedangkan empat tingkat di atasnya dinamai dengan Rupadhatu melambangkan manusia yang sudah membebaskan diri dari nafsu akan tetapi masih terkait dengan rupa dan bentuk. Pada tingkat ini patung Budha diletakkan secara terbuka.

Sementara itu, tiga tingkat di atasnya bernama Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa dan bentuk. Terakhir, bagian paling atas disebut Arupa yang melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Tak hanya itu, ada juga keunikan lain setiap tingkatan memiliki relief-relief indah dan menawan yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Wow, relief itu akan mudah terbaca secara runtut bila kalian mengelilingi searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi).

Relief candi Borobudur bercerita tentang kisah perjalanan hidup sang Budha. Selain itu, terdapat juga relief yang menggambarkan kondisi masyarakat pada saat itu.

Contohnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan system pertanian saat itu. Ada juga relief kapal layar yang merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Semarang. Jadi, keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha.

Tentunya kalian bukan hanya bias menikmati indahnya Candi Borobudur saja, akan tetapi ada objek pendukung lain di sekitar kompleks candi. Terdapat pula museum Borobudur dan Karmawibhannga. Saat kita masuk ke dalam lokasi museum tersebut sama sekali tanpa dipungut biaya.

Jangan kaget bila di sana banyak terdapat turis-turis asing. Jadi, kalau kalian ingin bercakap-cakap dengan turis, Candi Borobudurlah tempatnya. Sekalian mengembangkan keahlian dan praktik langsung berbahasa Inggris dengan orang bule.

Menarik bukan? Di samping itu ada juga pusat perbelanjaan yang berada di dekat pintu keluar. Kalau ingin berbelanja di situ banyak ditemukan berbagai suvenir yang sangat menarik.

Nah, tunggu apa lagi. Kalau sudah penasaran datang dan nimati keindahan Candi Borobudur. Di sana kalian bisa belajar sejarah tentang candi dan tentunya juga akan mendapatkan hal-hal yang menarik lain. [Syaiful Mustaqim]

Dipublikasikan : Yunior, Suara Merdeka 26 Oktober 2008

Previous
Next Post »