Syair Adem "Muhammadiyah Riyoyone Jumat, Seng NU Nunggu Isbat"

 

Screenshot dari akun tiktok wahab.santri.kendil. 


Penetapan 1 Syawal 1447 H tahun ini khususnya di Indonesia terdapat perbedaan antara Muhammadiyah dengan keputusan Pemerintah melalui Kementerian Agama. 


Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh Jum'at (20/3/2026) sedangkan sidang isbat Pemerintah yang diikuti oleh Nahdlatul Ulama dan sejumlah ormas Islam yang lain. 


Meski dinamika perbedaan 1 Syawal itu masih ramai di ranah warganet tetapi ada syair apik yang setidaknya membikin adem perbedaan itu. 


Beberapa waktu lalu saat mengakses akun tiktok saya ketemu dengan wahab.santri.kendil. Di akun pribadinya itu sembari mengenakan seragam Banser ia melalunkan selawat versi "Bapakku NU, Ibuku Muslimat." Berikut petikan selawatnya. 


Bapakku NU, Ibu Muslimat


Muhammadiyah Riyoyone Jum'at 2x


Sing NU nunggu isbat, sing guyup jo kakekan sambat 2x


Bedo dino ora popo Jum'at monggo Sabtu yo Monggo 2x


Khusus kanggo sing rak tahu poso, rak sah geger masalah riyoyo 2x


Selawat yang dibagikan 5 hari tersebut dilike 13,4 ribu, dengan 1.078 komentar. 


Hingga tulisan ini saya unggah, saya belum mengetahui penggubah syair tersebut. 


Syair tersebut membikin adem dinamika perbedaan penetapan 1 Syawal. Kenapa? Meski salat idnya di hari yang berbeda harus tetap saling menghargai. 


Meski beda hari lebaran tetapi kumandang takbir yang kita lantunkan tetap sama. Allahu akbar walillahilhamd. 


Di samping itu, pada saat pelaksanaan salat id hari Jumat, Banser di sejumlah daerah juga turut mengamankan salat id yang diselenggarakan Muhammadiyah. 


Semoga dua ormas Islam baik NU dan Muhammadiyah bisa terus saling bersinergi membangun NKRI. 


Selamat Idulfitri 1447 H, Mohon maaf lahir dan batin. (Syaiful Mustaqim)

Previous
Next Post »