![]() |
| Foto di ruang Kepala SMK saat mengikuti UTBK awal Desember 2025 dengan pengawas Dosen Universitas Negeri Gorontalo. |
Pada akhir 2025, saya ditawari Pendidikan Profesi Guru (PPG) oleh operator sekolah Bahasa Indonesia sesuai yang saya ampu di SMK.
Mendapat tawaran itu, saya konsul dengan 2 teman, Pak Kuat Pujianto (Kepala SMP Darun Najah Srobyong), dan Pak Siswanto (Waka Kurikulum SMK Tsamrotul Huda Kecapi).
Kepada beliau berdua, komunikasi saya jalin melalui sambungan telepon.
Aslinya saya masih maju mundur. Secara pribadi saya masih pengen PPG sesuai ijazah yang peroleh saat kuliah yakni PAI. Tetapi kata operator sekolah, proses PPG PAI terbilang.
Setelah saya menimbang-menimbang dari usulan 2 teman saya, akhirnya saya putuskan untuk mengikuti PPG Tahap 4 tahun 2025.
Kebetulan saya dapat Kampus Universitas Pekalongan (Unikal). Kampus yang berada di pusat Kota Pekalongan ini sudah saya kenal sejak tahun 2018 ketika saya mengantarkan murid SMK di Batik TV.
Waktu itu, sebelum mengantar atau monitoring peserta didik, saya bermalam Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan yang bersampingan dengan salah satu kampus Unikal. Kadang jika Unikal menyelenggarakan Wisuda juga di Gedung Aswaja.
Sembari mengikuti serentetan PPG, saya browsing di medsos tentang PPG yang tidak linier. Jawabannya tetap 2, bisa langsung dapat Tunjangan Profesi Guru, jawaban kedua, jika pengen dapat TPG kuliah sesuai PPG yang diambil.
Bertanya kepada teman-teman jawabannya tetap 2 sesuai yang saya tulis di atas.
Tetapi saat pembekalan PPG, Bu Rini Utami Ketua PPG Unikal, ketika ditanya mahasiswa.
"Bapak Ibu yang PPG sesuai dengan Mapel yang diajarkan di sekolah, InsyaAllah tetap dapat TPG," kata bu dosen kalem memberi jawaban.
Rangkaian PPG sudah saya lalui dengan lancar. Mengerjakan modul, membuat Ukin, dan UTBK. Alhamdulillah. Saat pengumuman saya juga dinyatakan lulus.
Ternyata benar yang disampaikan Bu Rini, yang PPG sesuai mapel yang diujikan tetap dapat TPG.
Pada Senin 16 Maret 2026 pukul 07.00 saya datang ke Bank Mandiri untuk mengurus aktivitasi. Saya dapat nomor 33. Per hari dibatasi 50 nomor.
Di bank saya berjumpa dengan banyak teman yang sama-sama mengurus aktivitasi.
Sekira pukul 12.45 urusan dengan bank, alhamdulillah klir. TPG cair. Usai menjalankan PPG 1 bulan, TPG pun cair. Alhamdulillah. (Syaiful Mustaqim)

1 komentar:
Click here for komentarTurut senang mendengarnya, akhirnya cair...
ConversionConversion EmoticonEmoticon