![]() |
| Suasana sore Terminal Jetak Kudus, Rabu 18 Februari 2025. Foto: Koleksi pribadi. |
Setiap kali melintasi Terminal Jetak Kudus, ingatan saya menengok ke masa lalu, saat-saat masih duduk di bangku Madrasah Aliyah, sekira tahun 2001-2003.
Dua tahun di kelas 1 2, sekarang kelas X XI saben pagi sekitar pukul 06.15 WIB harus sudah stand by di jalan raya, dulu warung makan Mbah Musawami, sekarang toko buah ABC Margoyoso.
Di jam tersebut jika sudah nyegat bus InsyaAllah bus-bus dari arah Terminal Jetak menuju ke Jepara masih mau berhenti. Meski berdesak-desakan dengan buruh pabrik, tetapi semangat untuk menuntut ilmu waktu itu tetap menyala. Butuh sekitar seperempat jam berdiri jarak dari Margoyoso - Masjid Walisongo.
Jika melebihi pukul 06.15 sampai di jalan raya bisa dipastikan telat sampai madrasah. Syukur Alhamdulillah 2 tahun naik bus ke madrasah bisa dibilang jarang terlambat. Karena sesuai estimasi waktu sampai di madrasah pukul 06.30 WIB.
Tahun ketiga sudah naik motor sendiri.
Ingatan lain tentang Terminal Jetak ialah ketika menjelang pelaksanaan Tes Hasil Belajar (THB) atau Ujian Nasional.
Beberapa kali saya bersama teman-teman dekat ziarah dan bermalam di Menara Kudus. Biasanya kita berangkat Kamis siang selepas pulang madrasah, pagi hari bakda Ngaji bersama Almagfurlah KH Sya'roni Ahmadi kita bergegas pulang.
Ada kisah menarik. Salah satu teman suatu saat tertarik ziarah dan menginap di Menara Kudus. Saat berangkat ke sana ia pakai sandal baru hasil pinjam dari temannya.
Ia lupa menyembunyikan sandal baru temannya itu. Pagi hari saat hendak pulang ke Jepara, sandal itu raib, dan otomatis harus mengganti sandal temannya dengan yang baru.
Terminal Jetak adalah transit untuk pergantian dari bus ke angkutan kota. Dari Jetak menuju Menara Kudus masih naik 1 angkutan kota. Dulu kondisinya ramai, kalau sekarang sepi. Kini, semarak naik transportasi umum tinggal kenangan. (Syaiful Mustaqim)

ConversionConversion EmoticonEmoticon